Friday, June 27, 2008

Resep Tajir Ala Tukang Parkir

”Ada Semut ada Gula”, mungkin kalimat ini bisa menggambarkan peristiwa yang terjadi di arena pasar malam di lapangan Wijahan Banyumas, Jawa Tengah. Beragam permainan dan pasar dadakan yang menyertainya, berhasil menciptakan keramaian manusia setiap malamnya. Lapangan yang terletak di pinggir jalan raya Buntu-Jogja ini pun penuh sesak oleh warga yang ingin mencari hiburan setelah seharian bekerja. Dari keramaian tiap malam inilah, tercipta beragam ”gula” yang terasa manis bagi mereka yang jeli melihat peluang yang ada.

Bisnis parkir, adalah salah satu ”gula” yang menggiurkan dari keramaian pasar malam tersebut. Bekti, salah seorang pengelola tempat parkir menuturkan, setiap malam minimal ada 100 motor yang parkir di tempatnya. Dengan tarif 1000 rupiah per motor, itu berarti Bekti bisa membawa pulang uang sebesar 100.000 rupiah. Bukan angka yang fantastis, tapi cukup menggiurkan untuk pekerjaan yang hampir tanpa modal ini.” Ya lumayan lah, bisa buat nambah pemasukan” ujar Bekti yang sehari-harinya membuka usaha cucian motor ini.

Bekti tidak sendiri menjalankan bisnis parkiran ini. Selain tempat parkir yang dikelolanya, di seluruh kawasan pasar malam ini, total ada 4 area parkir. Dua tempat di dalam lapangan, dua lainnya berada di luar lapangan. Semuanya dikelola oleh pemuda desa Karangjati dan Kecila, dua desa terdekat dari lapangan Wijahan. ”Ada tiga tempat yang dikelola pemuda desa Karangjati dan satu tempat dipegang pemuda desa Kecila”, Bekti menambahkan.

Hampir tanpa modal, bisa dibilang begitulah bisnis parkir. Paling, keluar uang untuk membuat kartu parkir dan pagar keliling menggunakan bambu dan tali rafia. Selain itu, jam kerjanya pun singkat, mulai jam 6 petang sampai jam 10 malam. Karena mudah itulah, siapapun bisa menjalankan bisnis ini. Syaratnya, harus siap pasang badan untuk jaga parkir tiap malam. Resikonya hanya satu, badan masuk angin di esok harinya.

Anda mau ikut mencoba resep tajir ala tukang parkir?

Wednesday, June 25, 2008

Friday, June 20, 2008

Home sweet home

Empat bulan jadi anak rumahan, cukup melenakan juga. Membuat insting petualang saya sedikit meredup. Menurunkan kualitas dan kuantitas jalan-jalan saya.

Semasa kuliah dulu, paling lama sebulan sekali saya melakukan perjalanan jauh. Bisa dibilang, menyeberang pulau Jawa, dari pantai Selatan menuju Pantura. Atau sewaktu 3 bulan kerja di Solo, masih lumayan untuk mengasah ilmu jalansutra saya.

Saat ini, perjalanan jauh menjadi hal luar biasa. Paling jauh, saya bersafari ke ibukota kabupaten yang hanya berjarak 40 km. Selainnya, paling keliling seputar kecamatan tempat saya tinggal.

Tapi, semua itu harus tetap disyukuri. Setidaknya saya bisa menelusuri kejeniusan lokal di tempat saya tinggal, yang lama saya abaikan. Dan semoga bisa melecut diri untuk menemukan keajaiban-keajaiban hidup yang sedang dan akan saya jalani.

Hmmm...I love my sweet home

Saturday, June 14, 2008

Bintang Euro Pilihan Saya

Diakah Christiano Ronaldo?

David Villa?

Luca Modric?

Lukas Podolski?

Luca Toni?

Thiery Henry?


Atau, Marco van Basten?

Slaven Bilic?

Luis Aragones?

Joachim Louw?

Luis Felipe Scolari?

Menurut saya, yang menjadi bintang Euro 2008 sampai saat ini, adalah Bung Tommy Welly alias Towel. Bayangkan, dia menguasai peta kekuatan dan kelemahan seluruh tim yang bertanding. Analisa dan prediksinya sangat meyakinkan.
Apalagi, dia tampil setiap hari di televisi. Dialah bintang Euro kali ini.

Saturday, June 07, 2008

Berkontemplasi bersama PLN

Sudah sepekan ini, ada pemadaman listrik se-Jawa Bali, termasuk di area tempat saya tinggal. Pemadaman dilakukan mulai siang menjelang sore hingga malam. Kekurangan pasokan dari unit-unit pembangkit listrik, itu alasan yang dilontar PLN sebagai distributor tunggal listrik nusantara.

Pemadaman listrik berarti absen nonton Saatnya Jadi Idola di RCTI atau Si Bolang di Trans7, bagi mereka para pengamat televisi. Pemadaman listrik berarti penurunan omzet harian dimata para tukang warnet dan tukang fotokopi. Pemadaman listrik berarti kerugian besar menurut mereka para pemilik pabrik yang harus membayar karyawannya tanpa bisa berproduksi.

Tapi, ada yang bisa saya syukuri dengan pemadaman listrik ini. Setidaknya, ia bisa membantu (orangtua) saya mengurangi biaya listrik bulan ini. Setidaknya, saya bisa berlatih survive jika suatu saat terjadi krisis energi yang tak tertanggulangi. Dan manfaat yang paling terasa, saya mendapat ide untuk menulis tentangnya.

PLN, terimakasih...

Thursday, June 05, 2008

Goes to berat badan ideal: Updated!

Timbang badan terakhir, menunjukkan angka 55 kg. Tiga bulan yg lalu, masih di angka 50 kg. Wow, meningkat lumayan drastis...

Pasti karena makan ga teratur, menu yang monoton dan kebanyakan menyantap nasi. Ditambah jadwal tidur cukup teratur.