Wednesday, February 06, 2008

Thanks to Technology

Saya hanya mimpi,bisa berkomunikasi jarak jauh dengan kakak saya secara mudah dan murah. Sampai munculnya ponsel seharga ratusan ribu dan kartu prabayar yang banting harga.
Saya berangan-angan, bisa internetan setiap saat di mana saja saya berada. Sebelum tampilnya Si GPRS di muka bumi ini. Saya berharap bisa "ngobrol" bareng orang iklan Jakarta yg jago buat iklan kreatif. Hingga saya ikut milis kritik-iklan, dan beberapa kali kirim postingan. Atau impian, angan-angan, dan harapan lain yg semua itu menjadi tdk mustahil di tangan teknologi. Malah, terkadang mimpi kita kalah cepat dengan akselerasi kilat "makhluk ini". Termasuk,kalo Anda bisa menikmati tulisan ini. Saya menulis di ponsel, kemudian mengirimkannya ke blog, melalui email saja. Saya akui, teknologi komunikasi saat ini, benar-benar menakjubkan. Dengannya, hidup jadi lebih mudah dan menyenangkan. Diluar efek negatif ataupun penyalahgunaan yg sangat mungkin terjadi, setulusnya saya ucapkan: Terimakasih, Teknologi...

Wednesday, January 23, 2008

Adios…

Adios…rutinitas kerja kantoran tiap hari.

Adios…renang dan sepakbola tiap Jum’at pagi

Adios…makan pagi all you can eat setiap Jum’at dan Sabtu pagi.

Adios…kajian Obat Hati dan bedah buku dan Tajwid Class tiap Sabtu pagi.

Adios…akhwat-akhwat modis.

Adios…kelas manajer yang bikin panas dingin.

Adios…King Ardan-mitra kreatif tercanggih yang pernah saya kenal.

Adios… all day free internet online.

Adios…snack pagi tiap Selasa, Rabu dan Jum’at

Adios…pake seragam yang sebenarnya saya ga suka.

Adios…seluruh rekan kerja.

Adios…Arafah.

Tuesday, January 15, 2008

Confessions of a Writing Man-part 2

Nulis memang susah ya. Boro-boro nulis yang mencerahkan dan mencerdaskan. Menulis hal biasa aja, saya kesulitan. Tapi, saya sudah terlanjur nulis resolusi, ga akan nulis postingan kecuali unik dan khas. Kalo ga mampu nulis bagus, bisa ga nulis selamanya neeh.

Itu kemarin, sebelum saya buka BelajarMenulis.com, situs buat calon penulis sukses. IMHO, situs ini lumayan juga. Mungkin bagi yang baru kenal dunia tulis menulis, bakalan terkesima. Tapi, tidak bagi saya.

Menulis itu gampang ? ga juga.

Menulis itu susah ?emang iya.

Justru karena susah itu, belum banyak orang yang mau jadi penulis. Apalagi menjadi penulis sebagai sumber penghasilan satu-satunya. Jumlahnya masih sedikit sekali. Salah satunya Bang Jonru, founder BelajarMenulis.com. Jadi, ga begitu aneh kalo situs ini sesumbar sebagai Biangnya Penulis Sukses.

Tapi, bagi saya situs BelajarMenulis.com sangat berbahaya. Kenapa coba? Situs ini, berisi tentang rahasia penulis sukses. Lebih tepatnya, resep sukses menjadi penulis. Mulai dari teknik menulis yang baik, sampai bagaimana cara jitu menerbitkan buku, bisa didapatkan disini. Nah, kalo semua orang bisa mengakses situs ini, saya jadi tambah saingan calon penulis sukses donk. Dan ini mengancam keberhasilan misi Financial Freedom saya dengan menjadi penulis sukses. Dan semua orang tau, persaingan itu kejam, Jenderal...

Bahkan, begitu hebatnya pengaruh situs BelajarMenulis.com, beberapa public figure sudah terhasut menjadi siswa online di situs tersebut. Ada Ning Harmanto, pengusaha mahkota dewa yang berhasrat jadi penulis. Trus, ada Irianti Eningpraja, artis top tahun 80-an. Bukunya yang sudah terbit berjudul Enrich Your Life Everyday, dan saat ini sedang menulis sebuah novel.

Untuk itulah, saya harus segera bergerak. Sebisa mungkin menghalangi orang mengunjungi situs BelajarMenulis. Kalo perlu, saya harus menyewa jasa hacker untuk menghancurkan situs BelajarMenulis.com. Minimal, men-deface tampilannya. Saya ganti aja dengan blog saya. Atau, saya buat situs tandingannya. Misal, MenulisItuSulit.com, Atau MenulisTandaTakMampu.com. Yang jelas, saya harus membalikkan semua agitasi dan provokasi BelajarMenulis.com, supaya ga ada orang lain yang tertarik menjadi penulis.

Untuk melaksanakan misi ini, tidak hanya kemampuan teknis yang saya perlukan. Saya juga harus menghimpun kekuatan opini publik untuk mendukung tujuan saya. Bahkan, kekuatan non fisik juga diperlukan. Oleh karena itu, saya mohon dukungan doa dari teman semuanya. Saya janji dech, bagi semua yang mendoakan, akan saya bagi uang. Nanti, kalo saya sudah mencapai Financial Freedom.

Oke, saya tunggu doanya ya...