Showing posts with label plan. Show all posts
Showing posts with label plan. Show all posts

Thursday, April 11, 2013

Kerja Selamat, Bisnis Melesat




Keselamatan kerja yang baik akan mewujudkan bisnis yang terbaik, itu yang seharusnya kita yakini untuk mendorong keselamatan kerja yang lebih baik. Sayangnya, berdasarkan pengalaman saya sebagai praktisi komunikasi keselamatan kerja atau sering disebut dengan istilah Health, Safety and Environment (HSE) dan bertemu dengan klien dari berbagai bidang industri, sebagian besar para pemilik bisnis dan pemegang keputusan perusahaan memiliki pemahaman yang berbeda. HSE masih dianggap sebagai sumber pengeluaran perusahaan yang harus ditekan, karena tidak berpengaruh signifikan terhadap keuntungan perusahaan. Sebagian lagi memandang HSE hanya perlu diterapkan ketika ada audit dari Depnaker atau lembaga sertifikasi.


Faktanya, kecelakaan di tempat kerja dan kecelakaan kerja merupakan beban ekonomi yang cukup besar bagi individu, pengusaha dan masyarakat secara keseluruhan. Setiap tahun, 4,9 juta kecelakaan kerja mengakibatkan adanya ketidakhadiran pekerja lebih dari 3 hari. Biaya kecelakaan di tempat kerja dan penyakit akibat kerja di sebagian besar negara bernilai 2,6% hingga 3,8% dari Produk Nasional Bruto (Gross National Product).


Menghitung untung dari keselamatan kerja


Secara prinsip, orang bekerja lebih baik ketika mereka secara fisik dan emosional mampu dan ingin bekerja. Kondisi tersebut akan menimbulkan produktivitas yang lebih tinggi dan tentu saja akan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi untuk perusahaan tempat mereka bekerja.

Program HSE berperan penting dalam menciptakan lingkaran kebaikan tersebut karena ia dapat meningkatkan performa fisik dan psikologis pekerja dan mengurangi ketidakhadiran, meningkatkan iklim organisasi (termasuk moral dan hubungan kerja), dan meningkatkan keinginan karyawan untuk bekerja lebih baik.

Sebuah studi mengenai perubahan tataletak ruangan kerja menunjukkan peningkatan produktivitas sebesar 1000% dalam waktu kurang dari 3 bulan dengan biaya hanya 5 ribu dollar US atau sekira 50 juta rupiah. Studi serupa di Rolls-Royce (perusahaan pembuat mesin pesawat terbang terbesar kedua), berhasil melakukan penghematan 11 juta pondsterling melalui kebijakan manajemen ketidakhadiran pekerja, dan mengurangi tingkat ketidakhadiran pekerja sebesar 15 persen di bawah rata-rata perusahaan lain. Selain itu juga sukses menurunkan ketidakhadiran akibat stres dari sekitar 20 persen menjadi 16 persen. Beberapa penelitian lain juga menunjukkan kaitan yang erat antara penerapan program keselamatan kerja dengan kualitas dan produktivitas kerja.

Dari beberapa fakta dan hasil studi di atas, sepertinya tidak bisa terbantahkan lagi jika Good safety and health is good business.”

Bagaimana pendapat Anda?


-    Diolah dari berbagai sumber
-    Sumber gambar: http://www.alpineholdings.net/wp-content/uploads/immagine-aeroplano.jpg
-    Ditulis untuk http://lorco.co.id/

Friday, March 01, 2013

Saya, keselamatan, dan keluarga Superman






Saya suka Smallville, serial televisi yang mengisahkan masa muda Clark Kent (a.k.a Kal El alias Superman atau Superboy). Smallville adalah kota di mana Superman kecil ditemukan oleh Jonathan Kent dan Martha Kent ketika peristiwa hujan meteor. DI kota inilah Clark beranjak remaja dan bertemu dengan Lana Lang, Pete Ross, Chloe Sullivan, dan Lex Luthor serta mengalami berbagai kejadian yang sangat memengaruhi kehidupannya, sebelum pindah ke Metropolis untuk berkarier sebagai seorang jurnalis. Smallville bisa dibilang kawah candradimuka bagi Clark Kent untuk menjadi superhero yang bertugas menyelamatkan dunia dari bahaya dan kejahatan.


Keluarga Superman yang mengerti safety
Kisah keluarga Kent mengajarkan banyak hal, salahsatunya adalah perilaku safety dalam kehidupan sehari-harinya dan ini membekas kuat dalam memori otak saya.

Di sebuah episode, saya melihat pak Jonathan Kent sedang menggiling batang jagung menggunakan mesin dan di kepalanya terpasang earmuff untuk melindungi pendengarannya. Dalam episode lain, bu Martha Kent menggergaji bongkahan kayu dengan mengunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap, berupa sarung tangan dan kacamata (safety goggles). Kemudian di tayangan episode lainnya, Clark Kent terlihat sedang memasang batang kayu ke tanah untuk dijadikan pagar dengan tangan kosong. Nah yang ini tidak perlu kita tiru, karena kita bukan Clark Kent yang punya kekuatan super.

Dari serial Smallville saya menangkap dua hal yang cukup menginspirasi saya sebagai praktisi komunikasi HSE (Health, Safety and Environment):
Pertama, budaya safety sudah tertanam kuat di masyarakat Amerika. Bahkan seorang petani jagung pun sudah akrab dan terbiasa bekerja sesuai prosedur keselamatan kerja. Jauh panggang dari api jika dibandingkan dengan petani di Indonesia, pernahkah Anda melihat pekerja pertanian Indonesia yang menggunakan earmuff saat menggiling padi?

Kedua, industri film di Amerika menerapkan safety secara tegas. Saya perhatikan, adegan di film menyesuaikan peraturan keselamatan yang berlaku, sepertinya si scriptwriter membaca referensi safety procedure untuk membuat skenarionya Selain itu, para pekerja film-nya pun mengerti dan mempraktekan safety first dalam bekerja. Satu lagi, sanksi yang tegas terhadap pelangaran peraturan keselamata kerja di industri film, seperti kasus kecelakaan yang terjadi saat pertunjukan Broadway “Spider-Man Turn Off the Dark.”


Belajar keselamatan dari keluarga Superman
Nah, itulah pelajaran yang saya dapatkan dari kisah Superman. Selain belajar bagaimana mengendalikan kekuatan yang kita miliki dengan baik dan bijak, saya juga belajar berperilaku safety di manapun dan kapan pun. Bagaimana dengan Anda?

-  Diolah dari berbagai sumber.
-  Sumber gambar: http://goo.gl/b60xE
-  Ditulis untuk http://lorco.co.id/


Monday, January 21, 2013

Awali dengan Rute Evakuasi






Senin pagi pukul 8.48,  di lantai 11 sebuah gedung perkantoran berlantai 23, Anda sedang membaca email laporan dari rekan Anda. Telepon di meja kerja Anda berdering, dari salah satu staff Anda yang memberitahukan meeting awal pekan yang akan segera dilaksanakan. Sebelas detik setelah Anda menutup telepon, terdengar alarm tanda darurat diikuti pengumuman melalui pengeras suara bahwa telah terjadi kebakaran di lantai 7 gedung kantor Anda dan seluruh penghuni diminta untuk segera melakukan evakuasi ke luar gedung. Lorong kantor penuh sesak oleh puluhan karyawan yang panik, berlarian menuju pintu lift. Asap mulai masuk ke lantai ruangan, sehingga nafas Anda semakin berat dan tiba-tiba pandangan menjadi gelap...

Tanpa berharap kisah di atas  benar-benar terjadi di kantor Anda, kebakaran atau keadaan darurat lainnya bisa terjadi di setiap gedung bertingkat. Selain karena panik, ketidaktahuan penghuni gedung bertingkat mengenai prosedur tanggap darurat akan menghambat proses penyelamatan. Salah satu faktor penting dalam prosedur tanggap darurat di gedung bertingkat yang harus dipahami oleh setiap penghuni adalah Rute Evakuasi.

Mengapa harus  mengerti Rute Evakuasi ?
Rute Evakuasi adalah jalur khusus yang menghubungkan semua area di dalam gedung ke area yang aman atau Titik Kumpul. Dengan mengetahui dan memahami Rute Evakuasi, Anda memiliki kesempatan selamat yang lebih besar saat terjadi keadaan darurat. Rute Evakuasi di gedung bertingkat terdiri dari rute menuju Tangga Darurat, Tangga Darurat, dan rute menuju Titik Kumpul di luar gedung.

Berapa jumlah Rute Evakuasi yang diperlukan?
Jumlah dan kapasitas Rute Evakuasi menyesuaikan dengan jumlah penghuni dan ukuran gedung. Kebutuhan Rute Evakuasi juga dipengaruhi oleh waktu rata-rata untuk mencapai Titik Kumpul. Sebagian besar ahli keselamatan menyarankan setiap gedung memiliki minimal 2 Rute Evakuasi, lebih banyak lebih baik.

Bagaimana desain Rute Evakuasi yang sesuai standar keselamatan?
Coba cek Rute Evakuasi di gedung kantor Anda, pastikan ia memenuhi beberapa persyaratan berikut ini:
  • Rute Evakuasi bersifat permanen, menyatu dengan bangunan gedung.
  • Rute Evakuasi harus memiliki akses langsung ke jalan atau ruang terbuka yang aman.
  • Rute Evakuasi dilengkapi Penanda yang jelas dan mudah terlihat.
  • Penanda dapat menyala di kegelapan (glow in the dark).
  • Rute Evakuasi dilengkapi penerangan yang cukup.
  • Rute Evakuasi bebas dari benda yang mudah terbakar atau benda yang dapat membahayakan.
  • Rute Evakuasi bersih dari orang atau barang yang dapat menghalangi gerak.
  • Rute Evakuasi tidak melewati ruang yang dapat dikunci.
  • Rute Evakuasi memiliki lebar minimal 71.1 cm dan tinggi langit-langit minimal 230 cm.
  • Pintu Darurat dapat dibuka ke luar, searah Rute Evakuasi menuju Titik Kumpul.
  • Pintu Darurat bisa dibuka dengan mudah, bahkan dalam keadaan panik.
  • Pintu Darurat dilengkapi dengan penutup pintu otomatis.
  • Pintu Darurat dicat dengan warna mencolok dan berbeda dengan bagian bangunan yang lain.
  • Tangga Darurat dirancang tahan api, minimal selama 1 jam.

Jika Anda menemukan kekurangan atau bahkan ketiadaan Rute Evakuasi, segera laporkan kepada pengelola gedung kantor Anda.

Awali dengan memahami Rute Evakuasi
Rute Evakuasi saja tentu belum cukup, masih banyak hal yang perlu kita siapkan untuk menghadapi kejadian darurat. Meski begitu, semoga dengan  mengenali dan memahami Rute Evakuasi bisa menjadi titik start bagi Anda untuk selalu waspada dan tanggap terhadap kejadian darurat di gedung bertingkat.


- Diolah dari berbagai sumber.
- Sumber gambar: http://www.pfsafety.com/store/image/cache/data/SF9033-500x500.jpg
Ditulis untuk http://lorco.co.id/

Friday, February 18, 2011

Apa cita-cita Anda hari ini?






Bagi saya, cita-cita itu dinamis, selalu tumbuh mengikuti peningkatan kualitas diri. Dulu jaman masih SD, saya bercita-cita menjadi seorang ahli ekonomi. Saya lupa, alasan apa yang membuat bocah belum akil baligh itu punya cita yang berbeda dengan kebanyakan anak seusianya. Mungkin, karena saya doyan melahap berita ekonomi nasional maupun dunia di harian Suara Merdeka, Kompas atau Republika untuk menemani sarapan sebelum saya berangkat sekolah.

Usia SMP, dengan semakin berkembangnya usia dan pelajaran hidup yang menjejali diri, saya memutuskan untuk mengubah cita-cita. Waktu itu menjelang Pemilu 1999, para tokoh politik berlomba menjajakan konsep perbaikan negeri ini. Saya sangat mengagumi salah satu di antaranya sehingga menginspirasi saya bercita-cita menjadi politisi. Sering saya membayangkan, suatu hari akan berorasi tentang demokrasi dan kesejahteraan negeri di panggung politik tanah air. Wow...hebat sekali impian anak usia 13 tahun bercelana pendek selutut itu.

Ketika sekolah di SMA, lagi-lagi saya harus mengubah cita-cita. Berawal dari membaca sebuah buku tentang arsitektur dan tata kota karya Prof. Eko Budihardjo (Rektor Undip saat itu), lentera jiwa saya lirih membisikkan: “Inilah masa depan saya.” Sejak itu, saya mulai menuliskan kata “arsitek” dalam kolom cita-cita di setiap lembar biodata yang harus saya lengkapi. Hingga suatu hari di tahun 2002 ketika ratusan ribu anak lulusan SMA sedang menantikan pengumuman UMPTN tahun itu, saya sedikit tak percaya bahwa Jurusan Arsitektur Undip sudi mengijinkan saya belajar di sana.

Ternyata, cita-cita menjadi seorang arsitek hanya bertahan 2 tahun dalam lembaran hidup saya. Semester ke-5, saya menemukan sebuah kata;“Copywriting” dan saya pun jatuh cinta. Saya mulai belajar bagaimana menulis secara kreatif sekaligus persuasif dan bisa menyampaikan pesan secara efektif serta efisien. Artikel dan ebook tentang bagaimana memasarkan dan menjual dengan kata-kata, menjadi santapan sehari-hari. Hingga saya mulai akrab dengan Periklanan (advertising), Permerekan (branding) dan Pemasaran (marketing), yang semakin meyakinkan saya untuk menjadi seorang Copywriter. Cita-cita itu masih bertahan hingga sekarang, ketika saya sedang merampungkan tulisan ini.

Setiap episode kehidupan adalah misteri, hingga kita selesai melaluinya. Kata Steve Jobs:” Hidup itu menghubungkan titik-titik, yang hanya bisa dilakukan dengan melihat apa yang sudah Anda jalani.” Hingga detik ini, saya masih bebas untuk memutuskan akan menjadi seperti apa di masa depan. Apapun itu, semoga bisa menjadi lentera jiwa dan menjadi manfaat untuk sesama.

Jadi, apa cita-cita Anda hari ini?


- Sumber gambar:  http://www.effective-time-management-strategies.com/images/goal_setting_forms.jpg

Wednesday, October 28, 2009

The Fun Theory, karena berbuat baik itu (sebenarnya) menyenangkan…







Siapa siy, orang yang ga pengin berbuat baik? Dan saya yakin, setiap manusia, sejahat apapun dia, masih memiliki setitik kebaikan dalam dirinya. Tapi, karena berbagai alasan, sering kita membuang sia-sia kesempatan berbuat baik. Bisa karena malas, tidak mau repot, enggan dikomentari macam-macam atau paling parah, karena tabiat jahat begitu mendominasi diri kita (na’udzubillahi min dzalik…).

Berbuat baik bukanlah hal yang sulit, karena ia bisa kita lakukan secara sederhana mulai dari hal terkecil. Membuang sampah di tempat yang sudah disediakan, bukan pekerjaan yang berat, bukan? Memberikan tempat duduk kepada yang lebih membutuhkan di kendaraan umum, akankah menyulitkan kita? Atau makan dan minum dengan duduk menggunakan tangan kanan, seberapa susah siy untuk melakukannya?

Nah, bagaimana jadinya, jika berbuat baik bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan? Apakah orang-orang akan berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan? Itulah yang dilakukan VolksWagen, dengan meluncurkan kampanye Fun Theory untuk menciptakan kebiasaan baik sekaligus menyenangkan. Apakah cara ini berhasil? Sila Anda simak video kampanye Fun Theory di website-nya…

Selamat berbuat baik sekaligus menyenangkan, Kawan…


- Sumber gambar: http://www.fierceselling.com/wp-content/uploads/2010/07/Volkswagen-The-Fun-Theory.jpg

Monday, December 15, 2008

Menuju deadline...

Hari ini, genap 24 tahun usia saya. Waktu semakin dekat menuju deadline-deadline pencapaian hidup yang saya rencanakan. Semoga langkah ini lebih terarah, dan pandangan selalu ke depan. Cita-cita, hanya itu modal paling berharga yang saya punya.

Tuesday, November 18, 2008

Belajar berjejaring sosial

Jejaring sosial alias social networking, bukan hal baru di dunia internet. Saya pun sudah mengenalnya 4 tahun lalu, namanya Friendster. Saat itu, saya join hanya untuk ikut mencicipi tren yang melanda, jadilah, ia 'mainan baru' yang tercampakkan.

Kini, saya kembali join situs jejaring sosial, tidak hanya 1 tapi 4 sekaligus.

1. Blogger
Nge-blog 

2. Facebook
Berjejaring sosial kurang lengkap tanpa bergabung di situs ini. Facebbok (http://facebook.com/)  merupakan layanan terpopuler untuk. Sila add akun saya di http://www.facebook.com/afiyan

3. Twitter
Layanan ini dikenal sebagai microblogging atau blog mini. Tidak seperti blog yang bisa memuat tulisana dalam panjang tak terhingga, twittter (http://twitter.com/) hanya menyediakan 140 karakter untuk Anda olah nebjadi tulisan. Kalau sudah punya akun twitter, jangan lupa follow @cre_afee ya...

4. LinkedIn
Situs jejaring sosial ini fungsinya mirip facebook, bedanya LinkedIn (http://linkedin.com/) fokus ke hubungan karier dan pekerjaan. . Mari berkoneksi (id.linkedin.com/in/afiyan/)


Kali ini, untuk lebih menggali manfaat berjejaring sosial. Apalagi, melihat kemenangan Barrack Obama, yang didukung kampanye online menggunakan situs-situs jejaring sosialnya. Bagaimana dengan Anda?

Tuesday, October 28, 2008

Papan reklame interaktif?

Ya, kuranglebih seperti itu. Sampai tanggal 26 Oktober kemarin, di ujung jalan Asia-Afrika Jakarta Selatan, terpasang sebuah billboard. Uniknya, papan reklame ini menampilkan video yang bisa direquest oleh audiens di sekitarnya menggunakan sms premium. Nama dan nomer telepon pengirim sms juga ikut ditayangkan, dengan menghilangkan 4 digit paling belakang.

Mungkin, ini akan menjadi pemicu inovasi media digital interaktif lainnya. Dan semoga Anda salah satu pemainnya.

Sumber: http://media-ide.bajingloncat.com/2008/10/21/mengirim-sms-tampil-di-billboard/

Friday, September 19, 2008

Golkar 'rasa' Cabe Rawit

Untuk mengkomunikasikan 'produk'nya di Pemilu 2009, Golkar bermitra dengan biro iklan Cabe Rawit dan Artek & Partner untuk menangani strategi kreatif, serta Activate di bagian media.

Cabe Rawit sukses menyingkirkan Hotline dan Oze untuk mendapatkan proyek bernilai US$ 13 juta ini.

Ehm...kita tunggu saja hasil 'kerjaan' mereka di kampanye Pemilu yang akan datang.

Wednesday, August 27, 2008

Tunjukkan...Buktikan...Ada hadiahnya, lho

Hanya buat kamu yang creative minded sekaligus peduli lingkungan hidup. Cek di gagasawards.blogspot.com, sekarang juga!

PS: kalo perlu partner copywriter, sila kontak saya

Thursday, August 07, 2008

Go Mobile with Your Ponsel, NOW!

Kamu semua pasti sudah tahu, dunia saat ini bergerak dengan begitu cepat. Kini, semua hal bisa kamu lakukan dalam sekejap. Untuk mengikuti perubahan ini, mau tidak mau kamu harus bergerak lebih cepat, secara efektif dan efisien. Jika kamu mulai membutuhkan kecepatan dalam bekerja dan berkomunikasi dalam keseharian hidupmu, sekarang saatnya kamu untuk Go Mobile!

Dan ada kabar gembira buat kamu yang pengin Go Mobile dengan biaya murah sekaligus praktis. Saat ini, kamu bisa merasakan nyamannya kehidupan mobile, hanya dengan telepon seluler alias ponsel. Ya, cukup bermodal telepon seluler saja dan dengan pulsa di sejumlah pulsa di dalamnya. Untuk bisa menikmati Go Mobile hanya dengan ponsel, pastikan kamu memilki ponsel dengan fasilitas berikut ini:
• GPRS
GPRS atau General Packet Radio Service merupakan salah satu standar komunikasi tanpa kabel (wireless). Dengannya, kamu bisa menikmati akses internet berkecepatan 115 kbps dan memiliki dukungan untuk aplikasi grafis dan multimedia.
• Media simpan
Media simpan berupa memori internal ponsel tersedia mulai dari puluhan kb hingga jutaan kb atau GB. Untuk kenyamanan dalam bermobile ria, pastikan ponselmu memiliki memori internal sekurang-kurangnya 10 Mb. Ruang memoriini diperlukan untuk memasang aplikasi tambahan yang kamu perlukan dan untuk mendukung aktivitas browsing, chatting dan email kamu. Buat kamu yang memiliki ponsel dengan memori pas-pasan, kamu bisa menambah media simpan tambahan berupa katu memori (memory card ). Di pasaran, tersedia mulai 32 MB hingga 2 GB.
• Media penghubung
Yang ini juga wajib ada di ponselmu, supaya aktivitas mobile jadi lebih mudah. Dengan keberadaan media penghubung, kamu bisa memindahkan file dari ponsel satu ke ponsel lain atau sebaliknya, dari ponsel ke komputer atau sebaliknya dan dari ponsel ke perangkat lain yang mendukung, sepeti printer. Ada 2 jenis media penghubung yang paling mudah dan paling banyak digunakan. Yang pertama adalah kabel data. Biasanya disertakan pada ponsel kamu atau jika belum tersedia, kamu harus membelinya secara terpisah. Media ini hanya bisa menghubungkan ponselmu dengan perangkat lain, khususnya computer. Kabel data cukup mudah digunakan, meski kamu perlu memasang driver untuk bisa mengunakannya. Yang kedua, Bluetooth, merupakan teknologi koneksi antar perangkat secara nirkabel alias tanpa kabel. Ia digunakan sebagian besar perangkat computer dan elektronik terkini. Sehingga, ponselmu akan terhubung secara cepat dan mudah dengan perangkat lain yang menggunakan teknologi Bluetooth.

Nah, kalau semua syarat kebutuhan diatas sudah terpenuhi, sekarang saatnya untuk mencari tahu kebutuhan kamu. Kegiatan yang kamu lakukan akan menentukan fasilitas yang kamu perlukan. Kalo kamu hanya perlu browsing internet dimana pun dan kapanpun, itu artinya kamu perlu memasang aplikasi browser di ponselmu. Sebenarnya, ponsel keluaran sekarang khususnya yang kelas menengah, sudah memiliki aplikasi browser bawaan pabrik. Tapi, ia kurang memadai untuk aktivitas browsing yang nyaman. Jadi, lebih baik kamu menggunakan aplikasi browser tambahan. Yang paling populer dan terbukti handal adalah Operamini. Kamu bisa mengunduhnya di www.operamini.com dan memasangnya di ponselmu.

Apakah cukup dengan browsing? Kalau kamu perlu cek atau kirim email setiap saat, itu berarti kamu perlu aplikasi push email. Dengannya, setiap email yang masuk ke alamatmu otomatis akan dikirimkan ke ponselmu. Dan canggihnya, ada bunyi tanda peringatan setiap ada email yang masuk ke inbox email kamu.Untuk yang punya anggaran lebih, kamu bisa pakai layanan push email berbayar dari operator seluler. Beberapa layanan yang bisa kamu pilih antara lain,
• Blackberry
Blackberry merupakan produk dari Research In Motion ( RIM ) Kanada. Layanan ini dihadirkan di Indonesia oleh operator Indosat pada tahun 1994. Saat ini, XL dan Telkomsel sudah ikut menyediakan layanan push email ini. Blackberry bisa diakses melalui smartphone Nokia N 9500, N-9300 dan E-61. Juga Sony Ericsson P910i, M600i, Palm Treo, Dopod dan lainnya. Biaya langganan Blackberry, paling murah Rp.199.000 melalui operator XL.
• You’ve Got Mail
Merupakan layanan khusus pengguna Telkomsel baik Pra maupun Pascabayar. Untuk menggunakan layanan ini, ponsel kamu harus mendukung J2ME atau Windows Mobile. Menggunakan You’ve Got Mail, kamu bisa mengakses 5 account sekaligus seperti Hotmail, Yahoo, Gmail, AOL dan CBN. Layanan ini juga mendukung POP3 dan IMAP4. Biaya yang harus kamu keluarkan untuk berlangganan You’ve Got Mail sejumlah Rp.15.000,- /bulan dan biaya akses data Rp.12,-/kb.

Jika kamu berkeberatan membayar langganan layanan push email melalui operator, beruntunglah kamu karena ada beberapa aplikasi gratis yang bisa kamu gunakan.
• Morange ( www.morange.com)
Morange merupakan layanan ragamguna, salah satunya adalah push email. Aplikasi ini berjalan di ponsel yang mendukung Java (J2ME). Sebenarnya, Morange menyediakan 2 versi, yang gratis dan berbayar. Untuk versi gratis, layanan push email Morange cukup memadai untuk aktivitas email kamu. Dengannya, kamu bisa mengakses Yahoomail, Gmail dan layanan email lain. Hanya satu kekurangannya, Morange versi gratis tidak mendukung file attachment.
• Emoze (www.emoze.com)
Menggunakan emoze, kamu bisa mengakses Gmail dan layanan email lain yang mendukung Outlook Web Acess dan Lotus Notes. Emoze bisa berjalan pada ponsel Symbian dan Windows Mobile. Selain itu, emoze mendukung sinkronisasi terhadap inbox dan buku alamat di account Gmail kamu.

Selain kirim dan terima email, kamu pasti perlu ngobrol dengan teman, rekan kerja atau mitra bisnis kamu. Untuk itu, kamu harus memasang aplikasi instant messenger di ponselmu. Banyak pilihan yang bisa kamu ambil, diantaranya sebagai berikut;
• Ebuddy ( www.ebuddy.com)
Aplikasi ini memungkinkan kamu chatting menggunakan account YahooMessenger, MSN, AOL dan GTalk. Ngobrol bareng dengan beberapa temanmu juga bisa, karena Ebuddy mendukung fasilitas conference. O iya, untuk bia menggunakan Ebuddy, ponselmu harus mndukung Java (J2ME).
• Nimbuzz (www.nimbuzz.com)
Nimbuzz memiliki kemampuan sedikit diatas Ebuddy. Dengannya, kamu bisa chat menggunakan account YM, Gtalk, MSN, Jabber, ICQ dan AIM. Dan satu keungulan Nimbuzz, ia bisa digunakan di perangkat komputer selain di ponsel dengan aplikasi Symbian dan Java tentunya.

Browsing, email, chatting trus apalagi ya yang perlu kamu lakukan di kehidupan mobile-mu? Blogging!, pasti itu yang kamu inginkan. Beruntunglah, saat ini kamu juga bisa nge-blog dari ponsel. Blogger, salah satu layanan blogging yang cukup populer, sudah menyediakan fasilitas ngeblog menggunakan email. Itu artinya kamu bisa nulis di blogmu cukup dengan mengirim email ke alamatmu di Blogger. Selain itu, Blogger juga menyediakan fasilitas Blogthis di ponsel Sony Ericsson. Dengan Blogthis, kamu bisa kirim foto atau gambar ke blog dari ponselmu.

Dengan menggunakan ponsel dan beberapa aplikasi tambahan diatas, kamu sudah bisa merasakan kenyamanan hidup mobile. Bagaimana Teman? Apakah kamu sudah siap Go Mobile sekarang?

Saturday, May 24, 2008

Menanti Lahirnya (kembali) Laskar Pelangi

Laskar Pelangi, sebuah novel yang unik, indah, menyentuh, jujur, penuh inspirasi, ajaib dan luarbiasa. Novel ini unik karena menerobos belantara pernovelan bergenre teenlit yang sedang trend di Nusantara. Bahasa dan gaya tulisannya yang indah, sungguh nikmat untuk dibaca. Menceritakan sisi kehidupan manusia dengan apa adanya, terus terang dan jujur. Sebuah kisah yang membuat jiwa melankolis saya terkapar dalam keharuan. Dan yang pasti, novel ini berhasil mendobrak kebodohan diri dan kebekuan pikiran saya.

Saya jadi merasa tidak berarti apa-apa setelah selesai membaca novel Laskar Pelangi. Pencapaian hidup saya sungguh tidak pantas dibandingkan dengan perjuangan hidup anak-anak Belitong yang dikisahkan di novel bestseller nan fenomenal ini. Bacaan yang membuat saya tersadar akan kemalasan dan kecengengan saya selama ini. Bahkan seorang teman sampai berkata “Seandainya saya membaca novel ini sedari dulu, tentu kehidupan saya akan jauh lebih bermakna”.

Meski ada beberapa hal yang terasa berlebihan dan dipaksakan, keseluruhan novel ini sungguh memukau. Penceritaannya membuat saya selalu menunggu kisah selanjutnya. Bahkan, saya jadi merasa sayang untuk menyelesaikan membacanya.Gaya bahasanya membumi tapi penuh makna. Penokohannya berhasil menghidupkan sosok yang dekat dengan kenyataan. Membacanya, seakan menyelami kehidupan kita yang sebenarnya.

Seharusnya, semua guru di Indonesia sebijak Pak Harfan dan berhati selembut Ibu Muslimah. Semestinya, semua anak Indonesia sejenius Lintang, sekreatif Mahar dan penuh optimis layaknya Ikal. Sehingga tercipta manusia-manusia pilihan yang tangguh dan berperilaku mulia. Semoga, Laskar Pelangi akan lahir kembali di masa kini dan masa yang akan datang.

Sunday, April 27, 2008

Sekolah Lagi, Yuk…!

“ Libur t’lah tiba…Libur t’lah tiba…, Ayo…Sekolah…!”

Insya Allah, saya akan sekolah lagi mulai awal bulan Mei ini. Saya sudah mendaftarkan diri di Sekolah Menulis Online, sebuah sekolah penulisan yang dijalankan secara online. Dan asyiknya, saya ga perlu repot datang ke sekolah, karena saya bisa belajar dengan nyaman di rumah. Cukup dengan komputer dan koneksi internet, saya bisa mengikuti pelajaran di sekolah ini. Mudah sekali, bukan?

Sebuah anugerah luar biasa saya bisa menjadi salah satu siswa Sekolah Menulis Online. Dan saya sangat bersyukur bisa mendaftarkan diri di sekolah ini tanpa berbayar, alias gratis. Saya bisa daftar gratis di Sekolah Menulis Online setelah berhasil “merayu” pengelola Sekolah Menulis Online. Rayuan itu berupa tulisan yang saya ikutkan dalam seleksi beasiswa yang mereka selenggarakan. Kalau diuangkan, beasiswa tersebut senilai Rp.585.000,-. Sebuah jumlah yang tidak sedikit bagi saya, pastinya.

Saya bisa meningkatkan kemampuan menulis dengan banyak membaca dan terus berlatih menulis tentunya. Selain itu, mempelajari cara menulis yang baik juga bisa membantu proses menulis. Seperti dengan mengikuti Sekolah Menulis Online. Di sekolah ini, saya juga bisa mendapatkan bimbingan langsung dari penulis beken yang menjadi mentor saya. Beberapa nama yang bisa saya pilih antara lain; Arul Khan, Kinoysan, Melvin Yendra, O. Solihin dan Jonru. Tentu sangat menyenangkan bisa berdiskusi dan berbagi inspirasi bersama mereka.

Ya sudah, saya harus segera bersiap berangkat sekolah. Mohon doa dan dukungan semangatnya ya. ..

Wednesday, March 12, 2008

Aaargh...!

Semalam, saya nonton talkshow di MetroTV. Menghadirkan kru Play!Comm, sebuah biro iklan newcomer. Dipandu Dik Doank dan Artika Sari Dewi, juga ada Imam B. Prasojo sebagai panelis.

Inspiringful! Fresh Company hasil kreasi anak muda nan energik dan smart. Dengan idealisme dan cita-cita khas anak muda. Dan keuntungan finansial yang menggiurkan. Aaargh...! Saya jadi ngiler sekaligus geram. Kapan ya saya bisa meraih pencapaian seperti mereka.

Tuesday, January 15, 2008

Confessions of a Writing Man-part 2

Nulis memang susah ya. Boro-boro nulis yang mencerahkan dan mencerdaskan. Menulis hal biasa aja, saya kesulitan. Tapi, saya sudah terlanjur nulis resolusi, ga akan nulis postingan kecuali unik dan khas. Kalo ga mampu nulis bagus, bisa ga nulis selamanya neeh.

Itu kemarin, sebelum saya buka BelajarMenulis.com, situs buat calon penulis sukses. IMHO, situs ini lumayan juga. Mungkin bagi yang baru kenal dunia tulis menulis, bakalan terkesima. Tapi, tidak bagi saya.

Menulis itu gampang ? ga juga.

Menulis itu susah ?emang iya.

Justru karena susah itu, belum banyak orang yang mau jadi penulis. Apalagi menjadi penulis sebagai sumber penghasilan satu-satunya. Jumlahnya masih sedikit sekali. Salah satunya Bang Jonru, founder BelajarMenulis.com. Jadi, ga begitu aneh kalo situs ini sesumbar sebagai Biangnya Penulis Sukses.

Tapi, bagi saya situs BelajarMenulis.com sangat berbahaya. Kenapa coba? Situs ini, berisi tentang rahasia penulis sukses. Lebih tepatnya, resep sukses menjadi penulis. Mulai dari teknik menulis yang baik, sampai bagaimana cara jitu menerbitkan buku, bisa didapatkan disini. Nah, kalo semua orang bisa mengakses situs ini, saya jadi tambah saingan calon penulis sukses donk. Dan ini mengancam keberhasilan misi Financial Freedom saya dengan menjadi penulis sukses. Dan semua orang tau, persaingan itu kejam, Jenderal...

Bahkan, begitu hebatnya pengaruh situs BelajarMenulis.com, beberapa public figure sudah terhasut menjadi siswa online di situs tersebut. Ada Ning Harmanto, pengusaha mahkota dewa yang berhasrat jadi penulis. Trus, ada Irianti Eningpraja, artis top tahun 80-an. Bukunya yang sudah terbit berjudul Enrich Your Life Everyday, dan saat ini sedang menulis sebuah novel.

Untuk itulah, saya harus segera bergerak. Sebisa mungkin menghalangi orang mengunjungi situs BelajarMenulis. Kalo perlu, saya harus menyewa jasa hacker untuk menghancurkan situs BelajarMenulis.com. Minimal, men-deface tampilannya. Saya ganti aja dengan blog saya. Atau, saya buat situs tandingannya. Misal, MenulisItuSulit.com, Atau MenulisTandaTakMampu.com. Yang jelas, saya harus membalikkan semua agitasi dan provokasi BelajarMenulis.com, supaya ga ada orang lain yang tertarik menjadi penulis.

Untuk melaksanakan misi ini, tidak hanya kemampuan teknis yang saya perlukan. Saya juga harus menghimpun kekuatan opini publik untuk mendukung tujuan saya. Bahkan, kekuatan non fisik juga diperlukan. Oleh karena itu, saya mohon dukungan doa dari teman semuanya. Saya janji dech, bagi semua yang mendoakan, akan saya bagi uang. Nanti, kalo saya sudah mencapai Financial Freedom.

Oke, saya tunggu doanya ya...

Wednesday, January 09, 2008

Confessions of a Writing Man-part 1

Nulis memang susah ya. Boro-boro nulis yang mencerahkan dan mencerdaskan. Menulis hal biasa aja, saya kesulitan. Tapi, saya sudah terlanjur nulis resolusi, ga akan nulis postingan kecuali unik dan khas. Kalo ga mampu nulis bagus, bisa ga nulis selamanya neeh.

Bagi saya, nulis bukan cuma hobi tapi sudah menjadi kebutuhan. Meski belum bisa rutin menuhin kebutuhan itu tiap hari. Minimal, sudah ada niat dulu.

Dari kecil, saya punya cita-cita jadi penulis. Sampai saat ini, cita-cita itu belum berubah. Dan keinginan jadi penulis itu, cukup terbantu dengan bakat alami saya. Bukan bakat menulis, tapi hal lain yang membuat saya harus bisa nulis. Apa itu?

Biidznillah, saya termasuk orang yang pelupa. Kalo punya ide atau rencana, kudu ditulis. Bisa di buku, komputer ato cukup di ponsel. Yang penting, ada catetannya. Kalo ga gitu, bisa parah akibatnya. Ide ataupun rencana saya bakal berantakan.

Trus, saya juga ga begitu mahir public speaking. Ga tau kenapa, bawaannya ga nyaman ketika berbicara di depan publik. Apalagi kalo ga ada persiapan. Mungkin untuk menutupi kekurangan itu, saya jadi terobsesi menjadi penulis. Meski, saya juga terus belajar menjadi public speaker yang baik.

Karena terobsesi jadi penulis itulah, kehidupan saya ga jauh dari dunia tulis menulis. Mengarang, adalah kegiatan favorit saya di pelajaran Bahasa Indonesia. Membuat rangkuman Sejarah atau Geografi, menjadi kegiatan menyenangkan. Atau sekedar menjawab soal uraian ujian sekolah, cukup memuaskan insting menulis saya.

Prestasi menulis, saya juga punya lho. Surat pembaca saya, pernah tayang di sebuah majalah bulanan. Lomba penulisan, pernah saya juarai. Selain itu, saya nulis postingan di mailing list. Ngisi komentar di beberapa blog yang saya kunjungi. Atau sekedar ninggalin pesan di guest book, cukup mengasah kemampuan menulis. Termasuk, menulis rutin di blog ini. Prestasi lain, semoga segera saya raih di periode waktu berikutnya.

Menulis, memang tidak gampang. Tapi, menulis juga bukan perkara sulit bagi sebagian orang. Dan saya masih terus belajar untuk jadi yang kedua. Doakan saya ya…

Wednesday, January 02, 2008

My 2008 Resolutions

My company

Tahun 2008, sepakat tidak menerbitkan produk. Kecuali produk bermutu dan mencerdaskan...

Tahun 2008, sepakat tidak ada kantor. Kecuali kantor bersih dan nyaman...

Tahun 2008, sepakat tidak kerja. Kecuali kerja profesional dan optimal...

Tahun 2008, sepakat tidak pasang iklan. Kecuali iklan efektif dan menguntungkan...

Tahun 2008, sepakat tidak ada gaji. Kecuali gaji adil dan proporsional...

Tahun 2008, sepakat tidak ada seragam. Kecuali seragam elegan dan fashionable...

Tahun 2008, sepakat tidak ada libur. Kecuali libur menyenangkan dan mencerahkan...

My self

Tahun 2008, tidak perlu makan. Kecuali makan sehat dan cermat…

Tahun 2008, tidak perlu kost. Kecuali kost nyaman dan bersih…

Tahun 2008, tidak perlu belajar. Kecuali belajar sesuatu yang mencerahkan...

My blog

Tahun 2008, ga nulis postingan. Kecuali postingan unik dan khas...

Tahun 2008, ga menerima komentar. Kecuali komentar cerdas dan berkelas...

Thursday, December 13, 2007

Break the Record !

Semalam, saya mecahin rekor baru. Apa itu? Tidur lewat jam 11 malam.

Dari awal kerja di Arafah, normalnya, saya tidur jam 9 lewat dikit. Paling pol, jam 10 sudah K.O. Ga tau ya, bawaannya tuch, jam segitu pasti ngantuk.

Beda banget sama jaman kuliah dulu. Jam 12 malam, baru mulai ngantuk. Setengah jam kemudian, baru bisa merem. Sebelumnya ngapain aja, coba ? Ngerjain tugas, enggak. Baca buku juga enggak. Paling ngobrol sama teman atau ngegame di komputer. Ga manfaat banget ya.

Baru tadi malam, saya masih ON sampe jam setengah 12. Jam 10, masih makan mie rebus di sego kucing Bang Amir. Pulang ke kost jam 10.30, ga bisa langsung tidur. Baru kerasa, kost banyak nyamuknya. Jam sebelas lewat, mas Naufal pulang. Saya bukain pintu bwt dia. Setelah itu, baru mata saya bisa terpejam santai.

Allahu Akbar...Laa ilaaha ilallah...

Weitt...sudah iqomah Shubuh. Telat neeh. Makanya, besok tidur gasik wae. Ga usah pake Break the Record-Break the Record-an segala.

Mohon ampuni hamba-Mu Ya Allah…

Wednesday, December 05, 2007

Apa kabar TVC Indonesia ?

Sejak tinggal di Solo, jarang liat iklan neeh. Khususnya yang TVC ( TV Commercial ), alias iklan TV. Sebenernya bisa liat di tvconair.com seeh, tapi belum sempat buka. Lagi sibuk sama mainan baru saya. Apa coba ? Ya blog ini, pastinya.

Kalo ada iklan baru yang bagus, kasih tau saya yach...

Monday, December 03, 2007

Semarang, Ndez...!

Hari ini saya kembali ke Semarang. Kota yang pernah saya tinggali selama 5 tahun. Sedikit nostalgia juga, meski baru sebulan lalu saya tinggalkan. Ketemu sama anak-anak kost saya yang dulu. Menikmati malam hari Tembalang dengan segelas es nutrisari di warung sego kucing depan MPD ( Masjid Pangeran Diponegoro ), masjid terpopuler di Tembalang.


Besok pagi, saya mesti ke kampus. Ngurus transkrip nilai yang sedikit bermasalah. Tempat lahir saya ditulis di Semarang, padahal umur 18 tahun saya baru menginjakan kaki di kota ini. Atau yang nulis transkrip sedang nyindir saya, karena masa studi saya yang kelamaan.


Saya sempatkan mampir warnet langganan dulu ( seminggu 1 kali aja seeh ). Masih adem juga AC-nya. Headsetnya juga masih yang lama, bikin pegel telinga. Ga tau harganya, masih kayak dulu gak. Kan belum bayar...


Ow iya, besok saya harus balik ke Solo lagi. Soalnya, saya izin bwt 1 hari aja. Tapi, ga tau kalo harus nunggu transkripnya beres. Mungkin, bisa diperpanjang sampe Selasa. Kalo lebih dari itu, saya tinggal aja transkripnya di kampus.